Jakarta – Mi instan kuah sering menjadi pilihan praktis, namun kandungan natrium tinggi bisa jadi masalah jika dikonsumsi terlalu sering. Ahli gizi Diah Maunah dari Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) membagikan tips agar mi instan kuah tetap nikmat tapi lebih sehat.
Kuncinya adalah modifikasi bumbu: gunakan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai segar untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk instan. Misal, untuk satu keluarga lima orang, cukup tiga bungkus bumbu instan ditambah bumbu dapur.
Selain itu, tambahkan lauk protein seperti telur, ayam suir, atau ikan untuk memenuhi kebutuhan protein. Penambahan sayuran seperti sawi, kangkung, ketimun, atau tomat juga penting untuk serat dan menyeimbangkan natrium.
Diah menekankan beberapa tips penting lainnya:
- Hindari saus dan kecap berlebihan.
- Jangan habiskan kuah mi untuk membatasi natrium.
- Jangan menjadikan mi instan menu harian; sebaiknya hanya sebagai makanan rekreasi.
- Periksa label gizi, termasuk kandungan natrium, lemak, dan energi, walau klaim “mi panggang” atau “Non-MSG”.
Meskipun ada varian mi diet atau panggang, kandungan natriumnya tetap bisa tinggi, bahkan lebih dari 1.500 mg tergantung rasa. Dengan langkah-langkah sederhana ini, mi instan kuah bisa tetap dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Dikutip dari antaranews.com