Fadli Zon menyatakan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi merupakan bukti kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan penerapan ekonomi kerakyatan yang menjadi dasar kebijakan Presiden Prabowo Subianto, berbeda dengan sistem ekonomi pasar yang sepenuhnya mengikuti harga global.
Fadli menilai banyak negara menaikkan harga BBM domestik seiring kenaikan harga minyak dunia, yang berdampak langsung pada beban masyarakat. Namun Indonesia memilih menjaga stabilitas harga BBM subsidi untuk melindungi daya beli.
Dengan harga BBM yang tetap, pemerintah dinilai mampu menekan inflasi dan mencegah kenaikan harga barang secara luas. Kebijakan ini diharapkan tidak memberatkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Dikutip dari antaranews.com