PATI – Banjir merendam pemukiman warga di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Minggu (24/5) malam hingga Senin (25/5) pagi. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh luapan kiriman air dari hulu Sungai Widodaren. Kondisi ini diperparah oleh pendangkalan sedimentasi serta tumpukan sampah yang menyumbat di bawah jembatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Widadaren, sehingga kelancaran arus air menuju laut terhambat.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Pati, sebanyak 538 rumah atau 1.050 jiwa terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 rumah terendam air hingga ke dalam ruangan dengan ketinggian genangan mencapai 10 hingga 50 centimeter. Selain pemukiman, banjir juga merendam akses jalan desa, lahan persawahan, fasilitas penggilingan padi, 57 tempat ibadah, serta tiga bangunan sekolah yang memaksa aktivitas belajar mengajar para siswa diliburkan untuk sementara waktu.
Meskipun wilayah pemukiman dikepung genangan air yang cukup tinggi, BPBD memastikan tidak ada warga yang mengungsi dan korban jiwa dinyatakan nihil. Menurut penuturan Mail (36), salah seorang warga setempat, banjir kali ini merupakan yang kedua kalinya melanda desa mereka dalam sepekan terakhir. Namun, genangan banjir kali ini dinilai jauh lebih besar dan berdampak merata ke hampir seluruh sudut wilayah desa dibandingkan dengan kejadian sebelumnya. Dikutip dari Antaranews.com