Semarang – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi strategis di Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Kamis (7/5)/2026. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi Rencana Aksi Keselamatan (RAK) guna menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Jawa Tengah.
Rapat dipimpin langsung oleh Koordinator Multimoda, Infrastruktur Logistik, dan Keselamatan Transportasi Bappenas, Adi Perdana. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Jateng, Polda Jateng, Jasa Raharja Kantor Wilayah Utama Jateng, serta instansi terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Dalam paparannya, Adi Perdana mengungkapkan bahwa capaian output RAK Provinsi Jawa Tengah telah menyentuh angka 66,67 persen. Capaian ini dinilai positif karena melampaui capaian Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) secara nasional.
“Kami membahas mendalam berbagai isu strategis, mulai dari optimalisasi rambu dan marka, pengaturan trayek, hingga kemantapan kondisi jalan. Mengingat kecelakaan juga dipicu perilaku berkendara, edukasi keselamatan bagi masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Adi.
Berdasarkan hasil evaluasi, FLLAJ menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya prioritas penanganan perlintasan sebidang kereta api. Rencana pembangunan Fly Over di wilayah Kecamatan Wiradesa dan Kecamatan Kroya menjadi poin krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan di jalur kereta api. Selain itu, forum juga menekankan peningkatan partisipasi dunia usaha dalam penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Di tempat yang sama, perwakilan Jasa Raharja Jawa Tengah menyoroti kenaikan jumlah santunan yang diserahkan, yang mengindikasikan adanya peningkatan fatalitas korban kecelakaan. Jasa Raharja mendorong penguatan upaya preventif dan percepatan penanganan korban sejak di tempat kejadian perkara (TKP).
“Satu nyawa begitu berharga. Kami mendorong sosialisasi keselamatan dan penertiban lalu lintas terus ditingkatkan. Sinergi penanganan korban di fasilitas kesehatan juga harus menjadi perhatian utama agar fatalitas dapat ditekan,” tegas perwakilan Jasa Raharja.
Sebagai langkah tindak lanjut, para pemangku kepentingan berkomitmen melakukan sinkronisasi anggaran antarinstansi. FLLAJ Jawa Tengah juga akan melaksanakan Analisis dan Evaluasi (Annev) secara berkala setiap bulan guna memastikan sinergi ini berdampak nyata terhadap penurunan angka kecelakaan dan pembentukan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.