JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat 41,69 poin atau 0,56 persen ke posisi 7.500,19. Meskipun sempat dibuka melemah akibat tensi geopolitik di Selat Hormuz, IHSG berhasil berbalik ke zona hijau pada sesi kedua. Penguatan ini didominasi oleh lonjakan sektor energi yang naik signifikan sebesar 2,55 persen, disusul oleh sektor barang baku dan industri yang turut memberikan sentimen positif bagi pasar modal dalam negeri.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa keberhasilan IHSG bertahan di atas level psikologis 7.500 membuka potensi uji level selanjutnya di 7.600. Selain didorong oleh kenaikan harga komoditas energi, laju indeks juga mendapat katalis positif dari data ekonomi domestik. Penjualan ritel Indonesia tumbuh 6,5 persen (yoy) pada Februari 2026, yang merupakan pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024. Peningkatan konsumsi masyarakat ini dipicu oleh momentum persiapan bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Di sisi lain, investor tetap mencermati dinamika global terkait kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk membahas penguatan pasokan minyak di tengah konflik Timur Tengah. Sepanjang perdagangan hari ini, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,56 juta kali dengan nilai mencapai Rp20,45 triliun. Sebanyak 397 saham terpantau naik, sementara sektor keuangan menjadi pemberat dengan koreksi sebesar 0,91 persen. Kondisi ini menunjukkan optimisme pasar yang selektif terhadap saham-saham berbasis komoditas dan konsumsi. Dikutip dari Antaranews.com