Jakarta – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bertumpu pada sinergi lintas sektoral dan pemanfaatan teknologi canggih. Kolaborasi yang melibatkan Polri, Kementerian Perhubungan, hingga Jasa Marga memastikan kesiapan personel dan pos pengamanan bekerja secara optimal di lapangan. Strategi ini terbukti efektif menjaga kelancaran lalu lintas melalui manajemen rekayasa yang terintegrasi, menjadikan negara hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman bagi para pemudik di seluruh jalur utama.
Penerapan sistem predictive traffic policing dan traffic counting menjadi pembeda utama dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Irjen Pol Agus menjelaskan bahwa intervensi rekayasa lalu lintas, seperti one way dan contraflow, tidak lagi dilakukan berdasarkan prediksi semata, melainkan berbasis data V/C ratio yang akurat secara real-time. Dengan parameter yang terukur, setiap keputusan untuk mengurai kepadatan diambil secara tepat sasaran. Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 5 persen, sementara tingkat fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun mencapai hasil positif, Kakorlantas berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada penguatan adaptive traffic management dan literasi digital masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Guru Besar STIK Albertus Wahyurudhanto menilai bahwa dominasi teknologi seperti GPS dan pembayaran non-tunai telah mengubah wajah mudik Lebaran 2026. Meski teknologi menjadi sistem pendukung yang sangat vital dalam pengambilan keputusan berbasis data, kepemimpinan yang kuat dan pembacaan situasi lapangan yang tepat tetap menjadi kunci utama demi mewujudkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman di masa depan. Dikutip dari RRI.co.id