Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi (29/04/2026), naik 24,22 poin atau 0,34 persen ke posisi 7.096,61. Penguatan ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar yang mencermati arah kebijakan moneter global, terutama menantikan hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pekan ini. Meski IHSG menguat tipis, indeks LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 0,38 persen ke level 684,88, mencerminkan adanya potensi konsolidasi lanjutan saat pasar mencari pijakan yang stabil.
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Sikap skeptis Washington terhadap proposal Teheran telah meredam harapan akan de-eskalasi konflik, yang berdampak pada risiko gangguan pasokan energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan inflasi yang kembali meningkat, sehingga bank sentral global seperti ECB, BoE, dan The Fed diprediksi tetap mempertahankan sikap hawkish atau menahan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dari dalam negeri, investor turut merespons rencana pemerintah terkait refocusing anggaran program Makan Bergizi Gratis serta sentimen positif dari peluncuran sistem pembayaran QR lintas negara antara Indonesia dan China pada 30 April esok. Meskipun bursa global seperti Wall Street dan beberapa indeks regional Asia bergerak variatif cenderung melemah, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi pada area 7.000 hingga 7.022. Para analis menyarankan strategi wait and see mengingat tingginya ketidakpastian geopolitik yang dapat memicu volatilitas pasar sewaktu-waktu. Dikutip dari Antaranews.com