Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 15.318 hektare. Data Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Wilayah Sumatera menunjukkan sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan luas mencapai 14.162,6 hektare, sementara lahan mineral tercatat 1.155,4 hektare.
Kepala BPKH Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil analisis citra satelit yang dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 8.237 hektare, disusul Kabupaten Pelalawan seluas 4.538,8 hektare. Kebakaran juga tercatat terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir seluas 947,2 hektare dan Kota Dumai mencapai 600,9 hektare.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, luas karhutla tahun ini meningkat tajam. Pada Januari-Mei 2025, luas lahan terbakar di Riau tercatat 751,1 hektare. Meski demikian, angka tahun 2026 masih berada di bawah catatan karhutla pada 2019 yang mencapai 27.724 hektare dalam periode yang sama.
Menghadapi kondisi tersebut, Manggala Agni bersama Satgas Karhutla terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli darat dan udara, pemadaman dini, serta pembuatan sekat bakar di wilayah rawan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah munculnya titik api baru dan menekan risiko meluasnya kebakaran selama musim kemarau.