Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan nasional melalui penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja 2026. Dari total alokasi BOSP secara nasional sebesar Rp59,2 triliun, skema BOSP Kinerja Terbaik dialokasikan untuk menggerakkan kualitas pembelajaran di berbagai daerah, termasuk menjangkau 3.436 satuan pendidikan di Jawa Barat. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di bawah pimpinan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Dalam pembukaan kegiatan Penguatan Kapasitas Calon Fasilitator Daerah di BBPMP Jawa Barat, Padalarang, Rabu (22/7), Fajar menjelaskan bahwa orientasi pembiayaan BOSP kini berfokus pada hasil nyata perbaikan pembelajaran. Mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, penggunaan dana BOSP Kinerja diarahkan untuk penguatan literasi dan numerasi, digitalisasi pembelajaran lewat Papan Interaktif Digital, hingga tata kelola sekolah yang akuntabel. Keberhasilan program ini tidak lagi hanya diukur dari penyerapan anggaran, melainkan dari meningkatnya kualitas guru, kemajuan belajar murid, serta pemanfaatan data rapor pendidikan dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara tepat.
Guna memastikan dana alokasi tepat sasaran, Wamendikdasmen juga menyoroti pentingnya integritas data Dapodik, transparansi tata kelola, serta pendampingan intensif bagi kepala sekolah. Sebanyak 80 calon Fasilitator Daerah di Jawa Barat diimbau untuk mendampingi sekolah secara komprehensif mulai dari perencanaan hingga pengawasan hasil. Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, mengapresiasi arahan tersebut dan berharap pendampingan Fasilitator Daerah ini mampu mendorong seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat memanfaatkan BOSP Kinerja 2026 secara optimal demi mendongkrak mutu sekolah. Dikutip dari RRI.co.id