Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kolaborasi dengan Polri untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Mabes Polri yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, Basarnas, serta jajaran Polri dari tingkat pusat hingga daerah.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga dinilai berhasil menekan luas karhutla pada dua siklus El Nino sebelumnya. Luas kebakaran yang mencapai 2,61 juta hektare pada 2015 turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019 dan kembali menurun menjadi 1,16 juta hektare pada 2023.
Menurut Rohmat, BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering sehingga berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Kondisi tersebut diperkirakan menjadi awal siklus El Nino empat tahunan yang dapat berlanjut hingga 2027, sehingga langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri telah memperkuat mitigasi melalui patroli terpadu, deteksi dini, peningkatan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan TNI. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar pencegahan, penanganan kebakaran, penegakan hukum, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal.