BMKG Rilis Peringatan: Warga NTT Perlu Waspada Gempa Susulan Sebulan Ini

BMKG Rilis Peringatan: Warga NTT Perlu Waspada Gempa Susulan Sebulan Ini

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi aktivitas gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan terus berlangsung hingga 21 hingga 30 hari ke depan. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa sebaran gempa susulan terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat sebagai proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Hingga Rabu (19/8), BMKG mencatat telah terjadi ribuan gempa susulan dengan grafik aktivitas yang perlahan menunjukkan tren menurun.

Menanggapi dampak bencana ini, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak di NTT. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa bantuan finansial diberikan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari Rp15 juta untuk kategori rusak ringan hingga Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Bantuan tersebut akan segera disalurkan setelah proses pendataan dan verifikasi lapangan selesai dilakukan secara akurat.

Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa NTT, pemerintah telah menyiapkan solusi pembangunan hunian tetap (huntap). Sambil menunggu proses pembangunan huntap terealisasi, BNPB juga menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan sebagai solusi hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. BMKG bersama instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author