Jakarta — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta perguruan tinggi memperkuat perannya sebagai pusat penciptaan, penyebarluasan, dan pengembangan pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan kemajuan AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Menurutnya, tantangan kampus kini bukan hanya menyampaikan informasi kepada mahasiswa, tetapi juga membentuk manusia yang mampu menciptakan, menilai, dan memahami makna dari suatu pengetahuan.
Stella mendorong sivitas akademika menggunakan AI secara kritis dan bijak. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mengolah informasi, menganalisis data, serta menemukan pola, tetapi manusia tetap harus mampu menentukan tujuan, menilai relevansi, dan melakukan kurasi terhadap hasil yang diberikan teknologi tersebut.
Ia menegaskan perguruan tinggi tetap memiliki peran penting dalam proses penciptaan dan penyebarluasan pengetahuan. Proses tersebut tidak hanya berlangsung dari guru besar kepada mahasiswa, tetapi juga antarmahasiswa hingga dari lingkungan akademik kepada masyarakat.