Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Banyuwangi di Siliragung, Edukasi Keselamatan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Operasi Gabungan Tim Pembina Samsat Banyuwangi di Siliragung, Edukasi Keselamatan dan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Jember – Tim Pembina Samsat Banyuwangi yang terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi, Bapenda Kabupaten Banyuwangi, UPT PPD Provinsi Jawa Timur, dan Jasa Raharja menggelar operasi gabungan di wilayah Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas sekaligus kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan dan memberikan teguran kepada pengendara yang ditemukan belum memenuhi ketentuan berlalu lintas. Selain memberikan teguran, petugas juga menyampaikan edukasi secara persuasif mengenai pentingnya berkendara dengan mengutamakan keselamatan serta mengingatkan masyarakat untuk senantiasa memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan.

Petugas Jasa Raharja, Dwi Yustiadi, menyampaikan bahwa kepatuhan masyarakat memiliki dua aspek penting yang saling berkaitan, yakni kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan kendaraan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu tertib dan patuh terhadap peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Selain itu, masyarakat juga harus memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan tepat waktu,” ujar Dwi.

Menurutnya, budaya tertib berlalu lintas perlu terus dibangun melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran pengendara, diharapkan potensi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Sementara itu, perwakilan UPT PPD Provinsi Jawa Timur Samsat Banyuwangi, Faisal, menjelaskan bahwa pajak kendaraan yang dibayarkan masyarakat memiliki manfaat yang lebih luas bagi pembangunan daerah. “Pajak bukan hanya kewajiban bagi pemilik kendaraan, tetapi juga memiliki manfaat bagi pembangunan wilayah. Saat ini terdapat mekanisme opsen pajak yang memberikan bagian penerimaan kepada pemerintah kabupaten/kota, sehingga kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” jelas Faisal.

Operasi gabungan berlangsung dengan tertib dan humanis. Sejumlah pengendara yang ditemukan belum memenuhi ketentuan diberikan surat teguran sebagai bentuk edukasi dan pengingat agar ke depan lebih disiplin dalam berkendara maupun memenuhi kewajiban perpajakannya.

Bagi masyarakat yang diketahui belum melakukan pembayaran pajak kendaraan, petugas juga memberikan informasi mengenai kanal pembayaran yang mudah dijangkau. Masyarakat dapat memanfaatkan kanal pembayaran yang tersedia, termasuk melalui jaringan ritel seperti Alfamart dan Indomaret, sesuai ketentuan dan layanan yang berlaku.

Melalui kegiatan operasi gabungan yang tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga teguran, edukasi, dan pelayanan, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa tertib berlalu lintas dan taat membayar pajak kendaraan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong terbentuknya budaya masyarakat yang tertib berlalu lintas, sadar pajak, dan mengutamakan keselamatan, sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman serta mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Banyuwangi.

Tertib berlalu lintas untuk keselamatan, taat pajak untuk pembangunan.

About The Author