Sleman — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta bersama instansi terkait di Samsat Sleman memperkuat sinergi dalam pengembangan inovasi kesamsatan melalui koordinasi integrasi SIPOJAK dengan SIGAP GASPOL Jasa Raharja. Koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Samsat Sleman, Selasa 22 September 2026, tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong optimalisasi pendataan kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta Teguh Afrianto, Kepala Bagian Operasional Eko Mulyanto, Kasie Pembukuan dan Penagihan KPPD DIY Kabupaten Sleman Ekho Adhi Wahyu Heryanjaya, Kasubag SW dan Humas PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta Trisno Supriyadi Fanggidae, serta PJ Samsat Sleman M. Fauzi Zamzam. Dalam koordinasi tersebut, para pihak membahas pengembangan inovasi SIPOJAK, khususnya dalam pendataan kendaraan bermotor yang nantinya dapat terintegrasi dengan SIGAP GASPOL Jasa Raharja.
Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan data kendaraan bermotor sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pendataan dan pengawasan kewajiban masyarakat. Melalui kolaborasi antarinstansi, informasi yang diperoleh dari proses pendataan dapat menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendukung peningkatan kepatuhan pembayaran PKB dan SWDKLLJ, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta, Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa penguatan inovasi dan integrasi sistem menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan Samsat yang semakin efektif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Integrasi SIPOJAK dengan SIGAP GASPOL merupakan langkah kolaboratif yang perlu terus diperkuat. Dengan sinergi data dan pemanfaatan inovasi, proses pendataan kendaraan bermotor dapat dilakukan secara lebih optimal sehingga mendukung upaya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban PKB dan SWDKLLJ,” ujar Teguh.
Lebih lanjut, koordinasi tersebut juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi potensi inovasi serta menyusun langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pelayanan Samsat. Jasa Raharja bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, sekaligus memperkuat upaya optimalisasi penerimaan SWDKLLJ.
Melalui integrasi SIPOJAK dan SIGAP GASPOL, diharapkan koordinasi dan kolaborasi antara Jasa Raharja dengan instansi terkait di Samsat Sleman semakin solid. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung optimalisasi pendataan kendaraan bermotor, meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban PKB dan SWDKLLJ, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan SWDKLLJ PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta.
Teguh Afrianto, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta, menyampaikan bahwa koordinasi inovasi kesamsatan melalui SIPOJAK yang akan terintegrasi dengan SIGAP GASPOL Jasa Raharja merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi di Samsat Sleman. Integrasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pendataan kendaraan bermotor sekaligus memperkuat upaya peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Pemanfaatan inovasi dan integrasi data menjadi hal yang penting dalam mendukung pelayanan Samsat yang semakin efektif. Melalui integrasi SIPOJAK dengan SIGAP GASPOL, kami ingin membangun proses pendataan kendaraan bermotor yang lebih terarah dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung langkah-langkah peningkatan kepatuhan masyarakat. Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci agar inovasi ini dapat memberikan manfaat yang nyata,” ujar Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus mendorong penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, integrasi tersebut tidak hanya berorientasi pada optimalisasi pendataan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan serta mendukung pertumbuhan pendapatan SWDKLLJ. “Kami berharap sinergi ini terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga SIPOJAK dan SIGAP GASPOL dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kepatuhan PKB dan SWDKLLJ serta memperkuat kinerja Samsat di wilayah Sleman dan D.I. Yogyakarta,” pungkasnya.