Gunungkidul — Penanganan korban kecelakaan membutuhkan kesiapan pertolongan sekaligus kelancaran administrasi jaminan. Dua kebutuhan tersebut menjadi fokus sosialisasi pelayanan Jasa Raharja dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Klinik Utama Wizula Medica, Jalan Jogja–Wonosari, Ngasemayu, Salam, Patuk, Gunungkidul, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada petugas klinik dan instansi mitra mengenai perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Pembahasan mencakup hak dan kewajiban terkait jaminan, alur pengajuan santunan, serta persyaratan berkas yang perlu disiapkan rumah sakit atau klinik.
PJ Samsat Gunungkidul, Budhi Sulistyo, hadir bersama Ricky Permana dari Samsat Gunungkidul. Melalui sosialisasi tersebut, Jasa Raharja mendorong pemahaman yang sama di antara para mitra agar pengurusan hak korban dapat berjalan lebih lancar.
“Kami ingin petugas klinik dan mitra memahami alurnya sejak awal. Ketika persyaratan berkas sudah jelas, koordinasi menjadi lebih mudah dan proses pengajuan hak korban dapat berjalan lebih lancar,” ujar Budhi.
Agenda ini juga mencakup pelatihan BHD untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kesiapan memberikan pertolongan awal. Pelatihan tersebut melengkapi edukasi administrasi jaminan, sehingga perhatian terhadap korban mencakup kebutuhan penanganan dan pengurusan perlindungannya.
Dalam kesempatan yang sama, Jasa Raharja menyampaikan pentingnya pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) saat registrasi kendaraan di Samsat, serta perannya dalam pendanaan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas.
“SWDKLLJ perlu dipahami manfaatnya, bukan hanya sebagai kewajiban saat mengurus kendaraan. Ada perlindungan bagi korban kecelakaan yang didukung melalui pembayaran tersebut,” tambah Budhi.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Klinik Utama Wizula Medica, dr. Zulbahri, Sp. B-ET, FINACS; Kanit Gakkum Polres Gunungkidul Ipda Sugiyanto; Kanit Gakkum Polsek Patuk Ipda Trihandoko; Lurah Patuk Catur Bowo; serta Danramil Patuk Kapten Inf. Joko Santoso.
Keterlibatan unsur klinik, kepolisian, pemerintah kalurahan, dan TNI menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi lintas instansi. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang pertolongan awal dan prosedur jaminan, kegiatan ini diharapkan mendukung pelayanan yang lebih terkoordinasi bagi korban kecelakaan.