Rupiah Melemah Akibat Sentimen Serangan Kilang Minyak di Arab Saudi

Rupiah Melemah Akibat Sentimen Serangan Kilang Minyak di Arab Saudi

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu sebesar 28 poin atau 0,15 persen menjadi Rp18.184 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.156 per dolar AS. Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi serangan kelompok Houthi Yaman terhadap kilang minyak terbesar di Arab Saudi. Serangan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap keamanan infrastruktur energi dan stabilitas pasokan minyak global.

Sebelumnya, kelompok Houthi juga dilaporkan menyerang stasiun pemompaan di jalur pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur ekspor alternatif, terutama ketika distribusi minyak melalui Selat Hormuz masih terganggu akibat konflik regional yang melibatkan Iran. Di tengah ketegangan tersebut, delegasi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menggelar pembicaraan dengan pejabat Iran di Teheran dan sepakat melanjutkan dialog untuk memperkuat perdamaian serta keamanan kawasan.

Selain perkembangan geopolitik, investor turut mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek ekonomi dan permintaan bahan bakar. Ibrahim menilai kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga dapat mempersulit penentuan kebijakan moneter bank sentral AS. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga melemah ke level Rp18.183 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.139 per dolar AS. Perkembangan harga minyak dan ketidakpastian global menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan rupiah. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author