JAKARTA – Pengamat sosial politik Fachry Ali menyampaikan harapan besar agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan pada 1-5 Agustus 2026 dapat berjalan sesuai aspirasi warga Nahdliyin. Fachry menekankan bahwa momentum besar ini harus mampu menghasilkan kepemimpinan yang memperkuat posisi NU sebagai pilar civil society atau masyarakat madani yang tangguh. Hasil muktamar diharapkan mencerminkan kemandirian NU dalam berbagai aspek, mulai dari independensi politik, intelektual, hingga kemandirian finansial yang lepas dari ketergantungan terhadap kekuatan eksternal maupun negara.
Lebih lanjut, Fachry menyoroti pentingnya PBNU untuk kembali fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan yang menjadi basis material sejarah perkembangan organisasi sejak lahir pada tahun 1926. Ia mendorong agar kepemimpinan hasil Muktamar 2026 nantinya memberikan perhatian serius kepada para pedagang kecil, petani, dan kelompok ekonomi bawah yang merupakan fondasi utama warga NU. Dengan menghidupkan kembali semangat kemandirian ekonomi tersebut, NU diyakini akan semakin kokoh dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak kesejahteraan umat di tingkat akar rumput.
Di sisi lain, persiapan teknis agenda besar ini mulai dimatangkan sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Agenda utama dalam perhelatan lima tahunan ini adalah pemilihan Ketua Umum PBNU yang baru serta perumusan langkah strategis organisasi untuk masa depan. Melalui penyelenggaraan yang demokratis dan transparan, Muktamar ke-35 NU diharapkan tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik balik penguatan khidmah NU bagi bangsa dan negara dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Dikutip dari Antaranews.com