Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini menjelaskan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 tercatat sebesar 111,40, meningkat dibandingkan April 2026 yang berada di level 111,09.
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sejak Januari hingga Mei 2026 mencapai 1,35 persen.
Data tersebut menunjukkan harga sejumlah komoditas dan layanan masih mengalami kenaikan yang mendorong laju inflasi nasional. Perkembangan inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam memantau stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, serta efektivitas kebijakan pengendalian harga yang dijalankan pemerintah dan otoritas terkait.
BPS akan terus memantau pergerakan harga di berbagai daerah untuk memberikan gambaran terkini mengenai kondisi inflasi nasional dan perkembangan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2026.