Rupiah Kembali Turun di Tengah Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rupiah Kembali Turun di Tengah Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi. Rupiah tercatat turun 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.967 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.952 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya mata uang dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pasar semakin yakin bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan mendatang. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September diperkirakan mencapai sekitar 70 persen, dengan peluang kenaikan lanjutan pada Desember. Sentimen tersebut mendorong indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Selain itu, investor juga menunggu rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang diperkirakan meningkat dari 0,3 persen menjadi 0,4 persen.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah belum mendapat dukungan kuat karena minimnya data ekonomi yang menjadi katalis pasar. Meski aliran dana asing tercatat masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN), arus keluar dana dari pasar ekuitas masih menjadi tekanan bagi mata uang Garuda. Menurut Lukman, penguatan indeks dolar AS dalam beberapa hari terakhir membuat rupiah terus tertekan meskipun Bank Indonesia telah berupaya menjaga stabilitas nilai tukar. Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author