Padang — Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus dilakukan secara kolaboratif oleh para pemangku kepentingan keselamatan jalan di Sumatera Barat. PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Barat bersama stakeholder terkait melaksanakan Kegiatan Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, di Aula Kantor Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur RT, RW, serta masyarakat Kelurahan Lubuk Minturun sebagai garda terdepan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Turut hadir sebagai narasumber dan pemateri dalam kegiatan tersebut, yaitu Tim Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Tim PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Barat, Tim RS Hermina.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan difokuskan pada dua agenda utama, yakni edukasi keselamatan berlalu lintas kepada perangkat masyarakat sebagai pelopor keselamatan lingkungan serta pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan penanganan awal ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Melalui pendekatan berbasis domisili korban, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, namun menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa edukasi langsung kepada masyarakat merupakan langkah strategis untuk menekan tingkat fatalitas kecelakaan.
“Keselamatan lalu lintas harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat. Melalui RT dan RW sebagai pelopor keselamatan, kami berharap pesan keselamatan dapat diteruskan secara berkelanjutan kepada warga. Pengetahuan pertolongan pertama juga sangat penting karena penanganan awal sering menjadi faktor penentu keselamatan korban kecelakaan,” ujar Teguh Afrianto.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian, Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, dan instansi terkait menjadi kunci dalam menciptakan sistem keselamatan transportasi yang lebih baik di Sumatera Barat.
PT Jasa Raharja Wilayah Sumatera Barat juga mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, antara lain dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm standar SNI bagi pengendara sepeda motor, memakai sabuk pengaman, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Keselamatan di jalan raya bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi memastikan setiap perjalanan berakhir dengan selamat bersama keluarga tercinta. Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat dapat terus ditekan dan budaya tertib berlalu lintas semakin mengakar di tengah masyarakat.