Rupiah Menguat Tipis, Pergerakan Mata Garuda Masih Dibayangi Tekanan Iran – AS

Rupiah Menguat Tipis, Pergerakan Mata Garuda Masih Dibayangi Tekanan Iran – AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) terpantau menguat tipis 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar AS. Meski ditutup di zona hijau, pergerakan mata garuda masih dibayangi tekanan besar akibat kebuntuan resolusi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa ketidakpastian di Timur Tengah, terutama terkait penutupan jalur logistik vital di Selat Hormuz, menjadi faktor utama yang membatasi penguatan rupiah lebih jauh karena terganggunya pasokan energi global.

Konflik geopolitik ini kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru dari Teheran. Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz, namun Washington skeptis karena tawaran tersebut dianggap menghindari pembahasan krusial mengenai aktivitas nuklir. Akibatnya, blokade pelabuhan Iran oleh AS tetap berlanjut, sementara arus pelayaran yang membawa sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas dunia masih terhambat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi energi yang dapat menekan stabilitas nilai tukar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, pelaku pasar kini tengah menantikan hasil pertemuan Bank Sentral AS (The Fed) yang dijadwalkan pada Rabu (29/4/2026). The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil (hold) sembari memantau dampak gangguan perang terhadap prospek ekonomi global. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini tercatat berada di level Rp17.245 per dolar AS. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter AS dan perkembangan terbaru di Teluk Persia. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author