JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi menyerahkan laporan langkah taktis terkait penguatan keselamatan transportasi kereta api kepada Presiden Prabowo Subianto. Langkah strategis ini merupakan respons cepat pemerintah pascainsiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu. Laporan tersebut mencakup evaluasi menyeluruh serta solusi permanen yang bertujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Dalam paparannya di Istana Kepresidenan, AHY mengungkapkan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah penutupan perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai daerah. Berdasarkan hasil identifikasi tim Kemenko Infra, terdapat sedikitnya 76 titik perlintasan sebidang di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera yang mendesak untuk segera ditangani. Penutupan perlintasan ilegal maupun yang berisiko tinggi menjadi prioritas guna menjamin keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi para pengguna jalan raya.
Sebagai solusi bagi mobilitas warga, pemerintah berencana membangun infrastruktur pengganti di titik-titik penutupan tersebut, seperti pembangunan flyover, underpass, maupun pemasangan palang pintu resmi yang memenuhi standar keamanan. AHY menekankan bahwa keamanan transportasi tidak boleh mengorbankan aksesibilitas masyarakat, sehingga pembangunan sarana penghubung yang layak menjadi paket lengkap dalam strategi taktis yang diusulkan kepada Presiden.
Selain perbaikan infrastruktur fisik, Menko Infra juga mendorong modernisasi sistem persinyalan kereta api dan sarana komunikasi arus lalu lintas di seluruh jalur nasional. Peningkatan teknologi persinyalan dinilai sangat krusial sebagai deteksi dini untuk mencegah kesalahan koordinasi perjalanan kereta. Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur pendukung dan digitalisasi sistem transportasi, pemerintah optimis dapat mewujudkan ekosistem perjalanan kereta api yang lebih modern, aman, dan kredibel bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id