Tekan Angka dan Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja Semarang Gelar Intensifikasi Keselamatan di Gunungpati

Tekan Angka dan Fatalitas Kecelakaan, Jasa Raharja Semarang Gelar Intensifikasi Keselamatan di Gunungpati

Semarang – Sebagai upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di titik rawan, PT Jasa Raharja Cabang Semarang menggandeng Satlantas Polrestabes Semarang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menggelar kegiatan “Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban”. Kegiatan yang menyasar penguatan peran aparatur kewilayahan ini dilaksanakan di Ruang Aula, Kantor Kecamatan Gunungpati, Senin (18/5/2026).

Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, menyampaikan pentingnya sinergi antara instansi dengan perangkat RT, RW dan kelurahan sebagai garda terdepan di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan perangkat mengenai pentingnya pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

“SWDKLLJ merupakan dana santunan yang diperuntukkan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Kami sangat berharap masyarakat dapat membayar tepat waktu melalui pajak kendaraan bermotor, karena dana inilah yang menjadi sumber perlindungan dasar bagi setiap pengguna jalan,” ujarnya.

Pemilihan Kecamatan Gunungpati sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki mobilitas kendaraan yang lumayan tinggi dan memiliki medan jalan yang sempit berkelok turunan tajam, dan menanjak di Kota Semarang, sehingga risiko kecelakaan menjadi perhatian serius. Melalui pemberdayaan aparatur kecamatan dan kelurahan, diharapkan edukasi keselamatan dapat tersampaikan secara lebih personal dan masif hingga ke Tingkat paling bawah.

Pihak Satlantas Polrestabes Semarang turut memaparkan data kondisi kecelakaan di wilayah tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan disiplin berkendara, mematuhi rambu-rambu, dan menghindari perilaku ugal-ugalan yang dapat membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain.

Senada dengan hal tersebut, Dinas Perhubungan Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam mengawasi sarana dan prasarana jalan. Dishub memastikan akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memastikan fasilitas pendukung keselamatan transportasi di Ngaliyan tetap optimal.

Program berbasis domisili ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib lalu lintas yang lahir dari lingkup terkecil. Dengan keterlibatan aktif lurah serta ketua RT dan RW, pesan mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm dan kepatuhan berkendara diharapkan tidak hanya menjadi aturan formal, tetapi menjadi gaya hidup masyarakat.

“Kami ingin aparatur wilayah menjadi perpanjangan tangan kami. Dengan edukasi yang menyentuh langsung ke domisili warga, kita optimis angka fatalitas kecelakaan di Kecamatan Gunungpati dapat menurun secara signifikan,” tambahnya.

About The Author