Banjar – Guna menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya, PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya bersama Tim Pembina Samsat Kota Banjar menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Pusat Pelayanan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kota Banjar.
Pelatihan ini diinisiasi sebagai langkah konkrit dan proaktif dalam membekali para petugas lapangan, komunitas mitra kerja, serta masyarakat sekitar dengan keterampilan medis dasar yang krusial. Kecepatan dan ketepatan pemberian pertolongan pertama pada golden hour (periode emas pasca kecelakaan) terbukti menjadi faktor penentu utama dalam menyelamatkan nyawa korban serta mencegah kecacatan permanen.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya, Jajaran Samsat Kota Banjar dan Kanit Regident Satlantas Polres Banjar selaku unsur Tim Pembina Samsat.
Dalam sambutannya, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya Wahyu Pria Wibowo., SE, CPS menekankan bahwa peran Jasa Raharja kini tidak hanya berfokus pada penyerahan santunan pasca-kecelakaan, namun juga bergerak aktif di hulu melalui program-program pencegahan kecelakaan dan peningkatan fatalitas korban.
“Jasa Raharja berkomitmen penuh untuk hadir di setiap lini keselamatan berlalu lintas. Melalui pelatihan PPGD ini, kami membangun sebuah ekosistem tanggap darurat yang inklusif. Kami ingin memastikan bahwa ketika terjadi insiden di jalan raya, orang pertama yang berada di lokasi kejadian memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memberikan pertolongan yang benar, sebelum tenaga medis profesional tiba,” ujar Wahyu Pria Wibowo.
Pelatihan PPGD ini menghadirkan instruktur medis profesional dari Dinas Kesehatan dan Tim Medis Rumah Sakit setempat yang berpengalaman di bidang penanganan trauma. Peserta diberikan pembekalan yang komprehensif, memadukan teori teoritis dan praktik simulasi langsung (hands-on).
Beberapa materi inti yang diajarkan dalam pelatihan ini meliputi:
- Bantuan Hidup Dasar (BHD): Teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR yang benar pada korban tidak sadarkan diri.
- Manajemen Jalan Napas (Airway Management): Mengatasi sumbatan jalan napas akibat trauma.
- Penanganan Perdarahan dan Syok: Teknik balut tekan dan pembidaian (splinting) pada patah tulang untuk meminimalkan cedera visual selama mobilisasi.
- Mekanisme Evakuasi dan Transportasi Korban: Cara memindahkan korban dari kendaraan atau area berbahaya ke ambulans secara aman tanpa memperparah cedera tulang belakang.
Seluruh peserta, yang terdiri dari seluruh personel Samsat dan masyarakat umum di sekitar jalur rawan kecelakaan, diwajibkan mengikuti sesi simulasi skenario kecelakaan beruntun untuk menguji kesiapan mental dan ketangkasan fisik mereka. Tim Pembina Samsat Kota Banjar berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat dilaksanakan secara berkala dan menjangkau sasaran yang lebih luas. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterampilan masyarakat mengenai pertolongan pertama, diharapkan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan.