Update Pasar Valas: Rupiah Tembus Tren Positif Usai Dolar dan Harga Minyak Jatuh

Update Pasar Valas: Rupiah Tembus Tren Positif Usai Dolar dan Harga Minyak Jatuh

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi dibuka menguat tipis sebesar 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.894 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda ini sejalan dengan dinamika pasar global, di mana analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, menyebutkan bahwa pergerakan positif rupiah dipicu oleh penurunan harga minyak dunia serta melemahnya indeks dolar AS. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.870 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Koreksi harga minyak dunia sendiri terjadi setelah adanya sentimen positif dari pasar global menyusul pernyataan Presiden AS terkait potensi pasokan energi dari Rusia. Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent turun 0,91 persen menjadi 103,95 dolar AS per barel, sementara indeks dolar AS sedikit terpangkas ke level 102,2. Kebijakan Rusia yang siap mencabut pembatasan ekspor solar dan meningkatkan pasokan global turut meredakan tekanan inflasi energi dan memberikan angin segar bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di samping faktor eksternal tersebut, stabilitas rupiah turut ditopang oleh sentimen domestik melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Bank Indonesia mencatat lelang SRBI berhasil menyerap likuiditas sebesar Rp30 triliun dengan imbal hasil (yield) yang mengalami penurunan. Kendati demikian, para pelaku pasar tetap mencermati sejumlah indikator dalam negeri lainnya, seperti indeks keyakinan konsumen serta penanganan bencana dan kebakaran hutan di beberapa wilayah.

About The Author