Pati – PT Jasa Raharja Cabang Pati terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan melalui partisipasi dalam kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Pati. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pati tersebut dihadiri oleh Jasa Raharja Cabang Pati yang diwakili Cahya Primarta bersama para pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2026 yang bertujuan untuk membahas permasalahan lalu lintas, merumuskan langkah penanganan pada sejumlah titik rawan kecelakaan, serta memperkuat pengawasan dan pembinaan angkutan umum sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjadi wadah koordinasi bagi berbagai instansi untuk mengidentifikasi permasalahan transportasi dan menyepakati langkah penanganan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Melalui forum ini, setiap pemangku kepentingan dapat menyampaikan perspektif dan kebutuhan penanganan di lapangan, sehingga upaya peningkatan keselamatan dapat dirumuskan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mencakup permasalahan lalu lintas pada ruas jalan perkotaan di wilayah Kota Pati, penanganan daerah rawan kecelakaan di Jalan Perbatasan Sukolilo–Purwodadi, Kecamatan Sukolilo, serta Jalan Pati–Tayu, Kecamatan Wedarijaksa. Selain itu, forum juga membahas pengawasan dan pembinaan angkutan umum pada trayek Pati–Sumatera, khususnya terkait aspek kesehatan awak kendaraan dan kelayakan operasional bus yang melayani perjalanan antarpulau.
Pembahasan mengenai lalu lintas perkotaan menjadi perhatian penting mengingat pengelolaan ruang jalan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat serta kondisi geometrik dan pengaturan lalu lintas di lapangan. Dalam forum tersebut, disepakati penataan segmen jalan di sekitar simpang tiga Bakorwil hingga sisi utara lampu lalu lintas SMP Negeri 4 Pati pascaproyek penataan kawasan strategis perkotaan. Salah satu tindak lanjut yang disepakati adalah penghapusan separator atau median jalan lambat pada segmen tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penataan lalu lintas yang lebih sesuai dengan kondisi kawasan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran pergerakan pengguna jalan.
Selain penataan lalu lintas perkotaan, perhatian khusus diberikan pada ruas Jalan Perbatasan Sukolilo–Purwodadi dan Jalan Pati–Tayu yang menjadi lokasi pembahasan penanganan daerah rawan kecelakaan. Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati pemasangan papan imbauan keselamatan di kedua ruas jalan tersebut. Papan imbauan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Pemasangan imbauan keselamatan merupakan salah satu bentuk pendekatan preventif melalui penyampaian pesan secara langsung kepada pengguna jalan. Namun, upaya penanganan titik rawan kecelakaan juga membutuhkan perhatian berkelanjutan terhadap kondisi jalan, pengaturan lalu lintas, serta perilaku pengendara. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar langkah yang disepakati dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan karakteristik risiko di masing-masing lokasi.
Forum juga membahas aspek keselamatan angkutan umum pada trayek Pati–Sumatera. Untuk mendukung keselamatan perjalanan jarak jauh, disepakati pelaksanaan pemeriksaan kesehatan awak angkutan umum serta ramp check terhadap bus yang melayani trayek Jawa–Sumatera. Pemeriksaan kesehatan awak kendaraan penting untuk memastikan pengemudi berada dalam kondisi yang mendukung keselamatan berkendara, sedangkan ramp check merupakan pemeriksaan aspek teknis dan kelayakan operasional kendaraan sebelum digunakan untuk melayani perjalanan.
Kedua langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi risiko kecelakaan angkutan umum, khususnya pada perjalanan jarak jauh yang membutuhkan kesiapan pengemudi dan kondisi kendaraan yang laik jalan. Pengawasan dan pembinaan secara terkoordinasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan serta mendorong penyelenggaraan angkutan umum yang lebih aman bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Bagi Jasa Raharja, keterlibatan dalam FLLAJ merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung upaya pencegahan kecelakaan sekaligus memperkuat perlindungan kepada masyarakat. Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Jasa Raharja memandang bahwa langkah preventif perlu terus didukung melalui kolaborasi dengan instansi yang memiliki peran dalam pengelolaan jalan, pengawasan lalu lintas, dan penyelenggaraan angkutan umum.
Kesepakatan yang dihasilkan dalam forum ini menjadi landasan bagi tindak lanjut bersama, mulai dari penataan segmen jalan perkotaan, pemasangan papan imbauan keselamatan pada ruas rawan kecelakaan, hingga pemeriksaan kesehatan awak dan kelayakan bus trayek Jawa–Sumatera. Pelaksanaan dan evaluasi terhadap tindak lanjut tersebut menjadi penting agar hasil koordinasi dapat diwujudkan dalam langkah nyata yang mendukung keselamatan masyarakat.
Jasa Raharja Cabang Pati bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman dan berkeselamatan. Sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan permasalahan lalu lintas, memperkuat pengawasan angkutan umum, serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pihak.
Melalui forum ini, diharapkan setiap kesepakatan dapat ditindaklanjuti secara terarah dan berkesinambungan demi mendukung terciptanya lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar di Kabupaten Pati serta perjalanan angkutan umum yang semakin mengutamakan keselamatan.