Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted pada Oktober 2026 tumbuh 7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2.265,4 triliun. Angka tersebut melanjutkan pertumbuhan pada September 2026 yang mencapai 9,3 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan uang kartal yang diedarkan sebesar 11,5 persen secara tahunan. Sementara itu, giro bank umum di BI adjusted mengalami kontraksi sebesar 2,4 persen.
BI menjelaskan, M0 adjusted merupakan indikator uang primer yang telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas terhadap giro perbankan di Bank Indonesia. Penyesuaian perhitungan ini diterapkan sejak Januari 2025 untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai perkembangan uang primer dan kebijakan likuiditas.
Sebelumnya, pada Juli 2026, uang primer tercatat tumbuh 18,3 persen secara tahunan. BI menyebut pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh operasi moneter dan ekspansi operasi keuangan pemerintah.
Ke depan, BI akan terus menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian dengan tetap memperhatikan sasaran inflasi serta stabilitas makroekonomi nasional.
Dikutip dari liputan6