Maraknya Kasus Kekerasan Anak Pertanda Lemahnya Sistem Perlindungan di Indonesia

Maraknya Kasus Kekerasan Anak Pertanda Lemahnya Sistem Perlindungan di Indonesia

Jakarta – Pemerhati anak, Nahar, memberikan sorotan tajam terhadap meningkatnya kasus penganiayaan anak yang terjadi belakangan ini, termasuk insiden tragis di Kabupaten Sukabumi yang mengakibatkan seorang bocah meninggal dunia. Nahar memandang bahwa maraknya kekerasan terhadap anak merupakan pertanda nyata atas kegagalan ekosistem perlindungan anak, mulai dari lingkup terkecil di dalam rumah hingga ruang publik. Mantan Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA ini menekankan pentingnya evaluasi total terhadap pola pengasuhan dalam keluarga untuk memastikan hubungan antara orang tua dan anak, termasuk anak tiri, terjalin dengan sehat tanpa adanya pemicu kekerasan fisik.

Kegagalan sistem perlindungan ini juga mencakup kurangnya kepekaan lingkungan sekitar seperti tetangga, sekolah, hingga perangkat RT/RW dalam mendeteksi tanda-tanda masalah yang dialami anak di rumah. Menurut Nahar, lingkungan harus memiliki mekanisme deteksi dini dan intervensi cepat bagi anak-anak yang memiliki kesulitan melaporkan masalahnya secara mandiri. Masyarakat diminta untuk tidak lagi mengabaikan perubahan perilaku atau tanda-tanda kerentanan pada anak yang berada dalam pola pengasuhan tidak layak, karena pengabaian tersebut sering kali berujung pada keterlambatan pemberian bantuan medis maupun perlindungan hukum.

Menanggapi kasus di Sukabumi di mana korban mengalami luka lebam dan luka bakar saat libur dari pesantren, Nahar mendesak kepolisian untuk memastikan apakah faktor medis atau penganiayaan jangka panjang yang menjadi penyebab utama kematian. Saat ini, Polres Sukabumi telah menaikkan status kasus ke tahap penyidikan dan tengah menunggu hasil otopsi untuk memperkuat bukti dugaan kekerasan oleh ibu tiri korban. Langkah hukum yang tegas dan penguatan fungsi pengawasan masyarakat diharapkan menjadi benteng terakhir agar ekosistem perlindungan anak tidak lagi kecolongan oleh tindakan kekerasan yang merampas masa depan generasi muda. Dikutip dari Antaranews.com

About The Author