Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi meluncurkan program SAPA Semesta sebagai upaya mempercepat pendampingan dan proses perizinan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan olahan. Program yang dijalankan bersama Kementerian UMKM ini bertujuan memperluas akses pasar tanpa mengurangi standar keamanan, mutu, dan kualitas produk.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan program tersebut menyasar sekitar 4,3 juta UMKM pangan olahan. Namun, hingga saat ini baru sekitar 1,6 juta pelaku usaha yang telah mendapatkan layanan BPOM. Karena itu, pihaknya berkomitmen mempercepat proses pendampingan agar lebih banyak UMKM dapat memenuhi standar dan memperoleh izin edar.
Menurut Taruna, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan pengetahuan serta kemampuan dalam memenuhi standar produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, BPOM tengah menyiapkan regulasi baru yang memungkinkan UMKM naik kelas dari izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) menjadi izin Makanan Dalam (MD), yang ditargetkan rampung pada tahun ini.
Ia menjelaskan, kepemilikan izin MD akan membuka peluang pasar yang lebih luas karena produk dapat dipasarkan secara nasional hingga berpotensi menembus pasar ekspor. Ke depan, BPOM juga akan memperluas pendampingan bagi UMKM di sektor lain, termasuk kosmetik, melalui kolaborasi dengan Kementerian UMKM dan perguruan tinggi guna memperkuat daya saing produk dalam negeri.